PPDI dan APDESI Gelar Aksi dan Audiensi di DPRD Garut, Tuntut Penguatan Peran dan Kesejahteraan Desa

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Garut menggelar aksi unjuk rasa sekaligus audiensi di halaman Gedung DPRD Kabupaten Garut, Senin (15/12/2025). Aksi tersebut diikuti ribuan peserta yang terdiri atas kepala desa se-Kabupaten Garut, perangkat desa, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta kader PKK desa.

Aksi massa berlangsung tertib dengan pengawalan TNI polri dan Satpol PP. Melalui sejumlah orasi, peserta aksi menyampaikan aspirasi terkait penguatan peran pemerintahan desa, peningkatan kesejahteraan perangkat desa, serta kejelasan kebijakan dan regulasi yang dinilai berdampak langsung terhadap tata kelola pemerintahan desa.

Usai menyampaikan aspirasi di halaman gedung DPRD, perwakilan PPDI dan APDESI melanjutkan agenda audiensi yang diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Garut, didampingi Wakil Ketua DPRD serta anggota DPRD dari berbagai fraksi. Audiensi tersebut turut dihadiri Bupati Garut, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Koperasi dan UKM, serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Garut.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan PPDI dan APDESI menyampaikan sejumlah tuntutan dan masukan secara langsung kepada unsur legislatif dan eksekutif daerah. Mereka berharap adanya komitmen konkret dari pemerintah daerah dan DPRD untuk memperjuangkan aspirasi desa, baik melalui kebijakan regulasi, dukungan anggaran, maupun implementasi teknis di lapangan.

Baca Juga :  Kolaborasi Lintas Sektor, Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Pastikan CSR Bank BJB dan BPR Garut Siap Bangun Rumah Layak bagi Hani,

Koordinator aksi menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar aksi simbolik, melainkan bentuk peringatan serius terhadap kebijakan yang dinilai semakin menekan keberlangsungan roda pemerintahan desa.

“Jika tuntutan ini tidak direalisasikan, kami akan melakukan langkah lanjutan. Aksi ini dilakukan agar aspirasi desa benar-benar terakomodasi, bukan hanya didengar,” tegasnya.

APDESI Merah Putih menyampaikan tiga tuntutan prioritas. Pertama, penolakan terhadap kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Kabupaten Garut yang menyasar Alokasi Dana Desa (ADD). Kebijakan tersebut dinilai berpotensi melumpuhkan operasional pemerintahan desa.

“Dalam forum FGD di DPMD bahkan sempat muncul wacana penghapusan operasional desa. Ini sangat berbahaya karena tanpa operasional, pelayanan publik di desa bisa terhenti,” ungkapnya.

Kedua, tuntutan terkait penguatan kelembagaan desa, khususnya PKK dan lembaga pendukung lainnya. Beban tugas kelembagaan dinilai semakin berat, namun tidak diimbangi dengan dukungan anggaran yang memadai.

“PKK dituntut menekan angka stunting, mengelola posyandu, dan menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan. Jika anggarannya dipangkas, ini bukan penguatan, melainkan pelemahan,” ujarnya.

Ketiga, menyangkut operasional Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Menurut massa aksi, tuntutan peningkatan kinerja BPD menjadi tidak sejalan apabila tidak disertai dukungan anggaran yang memadai.

Baca Juga :  Wakil Ketua FPSG Soroti Ketidakadilan Penggunaan Fasilitas Daerah dan Mandeknya Penanganan Tragedi Pendopo

“BPD dituntut maksimal, tetapi operasionalnya minim. Ini justru menghambat fungsi pengawasan dan demokrasi di desa,” tegasnya.

Selain itu, massa aksi juga menyoroti belum cairnya Dana Desa Tahap II akibat penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025. Akibat kebijakan tersebut, sekitar 31 desa di Kabupaten Garut mengalami keterlambatan pencairan Dana Desa, baik skema earmark maupun non-earmark.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, pembangunan dan kegiatan desa akan terhenti,” kata salah satu perwakilan massa.

APDESI Merah Putih mendesak Bupati Garut dan DPRD Kabupaten Garut agar segera mengambil langkah konkret dengan berkomunikasi langsung kepada pemerintah pusat guna mempercepat pencairan Dana Desa.

Dalam aksi tersebut, massa juga mendorong pemerintah daerah segera menerbitkan payung hukum daerah yang mengatur keterlibatan pemerintahan desa, BUMDes/BUMDesma, serta Koperasi Merah Putih Desa dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Desa jangan hanya dijadikan objek program nasional. Desa harus dilibatkan secara struktural dan memiliki perlindungan hukum yang jelas,” ujar perwakilan massa lainnya.

Selain itu, massa menuntut kejelasan tata kelola dan pemanfaatan lahan milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun aset desa untuk mendukung Program Operasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari. (Hil)

Berita Terkait

PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut: Jangan Biarkan Tramadol Merusak Generasi Muda, Aparat Harus Bertindak Tanpa Kompromi
Tak Ada Kompromi! DPD BARKIN Desak Pemkab Garut Tindak Tegas Peredaran Tramadol dan Usut Tuntas Dugaan Pelindung di Baliknya
Aksi Sosial Warnai Harlah KNPI ke-53, Agil Syahrizal: Kolaborasi Wujud Nyata Pemuda Peduli dan Berdampak
Presidium RRG: Menjamurnya Warung Tramadol Jadi Bukti Nyata Pemkab Dinilai Abai Lindungi Generasi Muda Garut
Temukan Lansia Desil 2 Belum Tersentuh Bansos, Ketua DPRD Garut Aris Munandar dan Yudha Puja Turnawan Minta Dinsos Evaluasi Total Pendataan Kemiskinan
Muda Bergerak, Ketua DPD KNPI Garut Agil Syahrizal Tegaskan KNPI Impact sebagai Wadah Aksi Nyata Pemuda Jadi Ruang Kolaborasi Nyata Pemuda untuk Menjaga Lingkungan
Cawe-cawe Istri Wali Kota dalam Uji Kompetensi ASN? Pengamat: Publik Berhak Bertanya
Perkuat Layanan Air Bersih, Bupati Garut Bahas Penetapan Modal Dasar PDAM Tirta Intan; Dirut Targetkan 70 Ribu Sambungan Rumah dan Tekan Kehilangan Air
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:52 WIB

PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut: Jangan Biarkan Tramadol Merusak Generasi Muda, Aparat Harus Bertindak Tanpa Kompromi

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:41 WIB

Tak Ada Kompromi! DPD BARKIN Desak Pemkab Garut Tindak Tegas Peredaran Tramadol dan Usut Tuntas Dugaan Pelindung di Baliknya

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:21 WIB

Aksi Sosial Warnai Harlah KNPI ke-53, Agil Syahrizal: Kolaborasi Wujud Nyata Pemuda Peduli dan Berdampak

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:42 WIB

Presidium RRG: Menjamurnya Warung Tramadol Jadi Bukti Nyata Pemkab Dinilai Abai Lindungi Generasi Muda Garut

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:48 WIB

Temukan Lansia Desil 2 Belum Tersentuh Bansos, Ketua DPRD Garut Aris Munandar dan Yudha Puja Turnawan Minta Dinsos Evaluasi Total Pendataan Kemiskinan

Berita Terbaru