Aktivis Muda Garut Nunu Nugraha : Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi,Segera Terbitkan PerGub Larangan Alih Fungsi Lahan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 Maret 2025 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Aktivis muda Nunu Nugraha mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk segera menerbitkan Peraturan Gubernur (PerGub) terkait larangan alih fungsi lahan di wilayah Jawa Barat.

Menurutnya, kebijakan ini mendesak demi menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah bencana, terutama banjir yang semakin sering terjadi.

“Kami meminta Pak Gubernur untuk segera mengeluarkan PerGub larangan alih fungsi lahan. Jika tidak ada regulasi yang tegas, lahan pertanian dan hutan akan terus berkurang, menyebabkan dampak buruk seperti banjir dan longsor,” ujar Nunu Nugraha, Rabu (19/03/2025).

Ia menyoroti kondisi di Kabupaten Garut, yang menurutnya sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Nunu mencontohkan peristiwa banjir di Desa Cisero, Kecamatan Cisurupan, yang membuat akses jalan terputus.

Baca Juga :  Aris Munandar Ketua DPRD Garut Hadiri Pisah Sambut Danrem 062/Tarumanagara

Selain itu, ia juga mengkritisi pembangunan perumahan di Kecamatan Karangpawitan di atas lahan yang sebelumnya merupakan area pertanian.

“Daerah yang seharusnya menyerap air kini berubah menjadi beton. Akibatnya, saat hujan deras turun, banjir melanda tanpa bisa dicegah,” tambahnya.

Nunu menegaskan bahwa tanpa adanya kebijakan yang jelas dari pemerintah, kondisi lingkungan di Jawa Barat akan semakin memburuk.

Baca Juga :  Yudha Puja Turnawan Tegaskan Sarasehan Pemuda di Garut, Dorong Lahirnya Gagasan dan Inisiatif Pemuda

Ia berharap Gubernur Dedi Mulyadi segera bertindak dengan menerbitkan regulasi yang melindungi lahan produktif agar tidak dialihfungsikan secara sembarangan.

“Kami sebagai masyarakat dan aktivis lingkungan siap mendukung langkah tegas pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. ((Eldy)

Berita Terkait

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang
Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi
Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah
Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut
Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut
Menuju Pertanian Berkelanjutan Nasional, PT Mandraguna Pusaka Indonesia Terima Kunjungan Gus Bendot Dorong Pertanian Organik Ramah Lingkungan
Pemkab Garut Abai! Bangunan Sekolah Lapuk Dibiarkan, Siswa MI Darul Hikmah Bertaruh Nyawa Belajar di Tenda Darurat
Isak Tangis di Depan Sekolah Terkunci: Pemkab Garut Dinilai Abai, Pendidikan YBHM Jadi Korban Sengketa Wakaf
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:44 WIB

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:58 WIB

Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:08 WIB

Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:43 WIB

Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:26 WIB

Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut

Berita Terbaru