Kader PPP Garut Diduga Langgar Keputusan DPP, Dinilai sebagai Bentuk Pengkhianatan Partai

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 04 April 2026 – Ketegangan internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali mengemuka setelah jejak rekam Pilkada Garut 2024 menampilkan dugaan kuat adanya kader yang secara terang-terangan mendukung pasangan calon di luar keputusan resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk pembangkangan yang mencederai komando partai.

 

DPP PPP telah menetapkan arah dukungan resmi untuk Pilkada Garut, dan seluruh struktur partai diwajibkan mengikuti instruksi tersebut tanpa pengecualian. Namun kenyataannya, muncul manuver di tingkat daerah yang bergerak berseberangan, sehingga memunculkan kritik keras dari internal partai sendiri.

Sejumlah pengurus PPP Garut menyatakan bahwa langkah kader tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap AD/ART. Mereka menilai ketidaktaatan ini bukan sekadar kesalahan politik, melainkan tindakan yang berpotensi merusak disiplin organisasi yang menjadi fondasi PPP selama ini.

 

Intrik politik semacam ini memang bukan hal baru bagi PPP Garut. Namun, keterbukaan sikap mendukung calon di luar keputusan DPP membuat dinamika internal semakin memanas. Para pengurus menilai tindakan tersebut telah mengabaikan prinsip loyalitas dan memprioritaskan kepentingan pribadi di atas keputusan partai.

Baca Juga :  PMI Garut Genap 80 Tahun, Helmi Budiman Tekankan Peran Anak Muda sebagai Penjaga Nilai Kemanusiaan

Menjelang Musyawarah Daerah (Musda), sejumlah pihak menilai ada upaya sebagian kader untuk kembali membangun citra seolah memiliki kontribusi besar bagi PPP. Namun rekam jejak digital yang merekam pilihan politik mereka pada Pilkada 2024 tidak dapat dihapus dan tetap menjadi catatan penting bagi publik dan DPP.

 

Praktisi hukum Cacan Cahyadi, SH menegaskan bahwa pelanggaran terhadap AD/ART adalah persoalan fundamental yang wajib ditindaklanjuti. Ia menyebut sikap bermanuver di luar garis keputusan partai sebagai tindakan yang “mencederai marwah PPP” dan harus mendapat perhatian serius dari pimpinan pusat.

Pengamat politik daerah juga melihat tindakan tersebut sebagai ancaman terhadap soliditas organisasi. “Ketika DPP sudah menetapkan keputusan, maka tidak ada alasan bagi kader untuk bergerak di luar komando. Itu jelas bentuk pembangkangan politik,” tegasnya.

Baca Juga :  Kapolsek Banjarwangi Bersama Forkopimcam Tinjau Warga Sakit dan Berikan Bantuan Pengobatan

 

Sejumlah tokoh PPP mendorong DPP untuk segera mengevaluasi dan menindak kader yang diduga melanggar disiplin. Menurut mereka, ketegasan DPP sangat penting untuk menjaga wibawa dan konsistensi PPP, apalagi menjelang agenda politik jangka panjang.

Menjelang Muscab PPP, manuver internal dilaporkan semakin masif. Bahkan muncul dugaan adanya ASN yang ikut terlibat dalam pergerakan politik internal. Para tokoh menilai hal ini harus menjadi perhatian serius DPP karena melibatkan persoalan etika birokrasi sekaligus pelanggaran disiplin partai.

 

Kasus ini menegaskan kembali bahwa kepatuhan terhadap AD/ART adalah prinsip utama yang tidak dapat dinegosiasikan. Tanpa kedisiplinan dan loyalitas kader, PPP berisiko kehilangan marwah organisasi dan kepercayaan publik yang telah dibangun selama bertahun-tahun. (**)

Editor : Tim Nusaharianmedia

Berita Terkait

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak
Jalan Pembangunan hingga Ahmad Yani Diusulkan Jadi Jalan Provinsi, PUPR Garut Masih Kaji Status dan Konektivitas
Dugaan Pengondisian Lelang Garut Market City, Oknum Dinas Indag Disorot, Pengusaha Lokal Desak Transparansi
DPD KNPI Garut Kawal Hasil Musrenbang Pemuda 2027, Dorong BAPPEDA Wujudkan Kebijakan Pro Muda
Berita ini 176 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak

Berita Terbaru