Pedagang Pasar Induk Cibitung Keluhkan Pengelolaan yang Beralih Ke Cipako

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Februari 2025 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor,Nusaharianmedia.com – Keputusan Pemkab Bekasi yang menyerahkan pengelolaan Pasar Induk Cibitung kepada PT Citra Prasasti Konsorindo (Cipako) mendapat kritik tajam dari para pedagang. Mereka merasa keputusan tersebut tidak mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pasar yang masih jauh dari sempurna, baik dalam hal pengelolaan maupun fasilitas.

Abdul Hakam, Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Induk Cibitung, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menentang siapa pun yang mengelola pasar, namun mereka sangat berharap agar kepentingan pedagang tetap dijaga. Salah satu keluhan yang disoroti adalah belum adanya truk sampah dan alat berat untuk pengelolaan sampah, serta janji terkait lahan untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) zero waste yang hingga kini belum direalisasikan.

Hakam juga menyebutkan masalah terkait parkir yang tidak efisien dan menurunnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pasar, yang tercatat mengalami penurunan signifikan, yakni dari Rp4 miliar pada tahun 2023 menjadi hanya Rp3 miliar pada tahun 2024.

Di sisi lain, Asep Sutendi, Kepala Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, menegaskan bahwa penyerahan pengelolaan pasar ini sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Asep menambahkan bahwa pihak Cipako telah memenuhi sebagian besar kewajiban pembangunan yang ditetapkan. Truk sampah dan alat berat, menurut Asep, akan segera disediakan, meskipun lahan untuk TPS zero waste masih dalam proses.

Sementara itu, Jusli, Manager Operasional PT Cipako, memastikan bahwa pihaknya akan segera mengatasi kekurangan-kekurangan yang ada dan berusaha memenuhi seluruh kewajiban yang telah disepakati. (Nova)

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Tumbangkan Pohon Besar di Jalan Raya Samarang, Lalu Lintas Sempat Terhenti

Berita Terkait

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang
Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi
Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah
Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut
Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut
Menuju Pertanian Berkelanjutan Nasional, PT Mandraguna Pusaka Indonesia Terima Kunjungan Gus Bendot Dorong Pertanian Organik Ramah Lingkungan
Pemkab Garut Abai! Bangunan Sekolah Lapuk Dibiarkan, Siswa MI Darul Hikmah Bertaruh Nyawa Belajar di Tenda Darurat
Isak Tangis di Depan Sekolah Terkunci: Pemkab Garut Dinilai Abai, Pendidikan YBHM Jadi Korban Sengketa Wakaf
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:44 WIB

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:58 WIB

Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:08 WIB

Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:43 WIB

Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:26 WIB

Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut

Berita Terbaru