Tuntut Penegakan Hukum Tegas, LIBAS Desak Gakum Jabar Bertindak Atas Perusakan Hutan di Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 11 April 2025 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa (LIBAS) terus menunjukkan konsistensinya dalam mengawal isu kerusakan lingkungan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kali ini, organisasi tersebut melaporkan dugaan pembiaran perusakan hutan kepada Penegakan Hukum (Gakum) Provinsi Jawa Barat.

Ketua LIBAS, Tedi Sutardi, menyoroti lemahnya penanganan oleh aparat daerah terhadap aktivitas perusakan lingkungan, khususnya praktik galian C ilegal yang marak terjadi. Ia menuding Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Garut telah abai dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Kami melihat ada kelengahan, bahkan indikasi pembiaran. Tidak ada penindakan nyata terhadap pelaku-pelaku perusakan hutan. Karena itu kami minta Gakumdu Jabar untuk turun tangan,” ujar Tedi dengan nada tegas, Jumat (11/04/2025).

Menurutnya, LIBAS telah menyerahkan sejumlah bukti berupa dokumentasi lapangan dan kesaksian warga kepada pihak Gakum. Ia berharap laporan ini menjadi pintu masuk untuk investigasi menyeluruh dan tindakan hukum yang adil.

“Ini tentang keadilan. Hukum jangan hanya tajam ke rakyat kecil, sementara ke atas menjadi tumpul. Bila Forkopimda tidak bergerak, maka provinsi harus ambil alih,” katanya.

Tedi juga mengajak seluruh masyarakat Garut untuk turut serta mengawal kasus ini. Ia menekankan pentingnya partisipasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

“Kerusakan yang terjadi hari ini akan diwariskan pada anak cucu kita jika kita diam. Maka, mari bersuara dan bergerak bersama,” tutupnya.

Sebagai organisasi yang kerap vokal dalam isu-isu sosial dan lingkungan, LIBAS kembali menegaskan perannya sebagai pengawas publik yang tak segan bersuara keras demi menjaga keseimbangan alam dan keadilan sosial. (DIX)

Baca Juga :  Rekayasa Lalu Lintas di Puncak Bogor : Antisipasi Libur Panjang Isra Mi'raj dan Imlek

Berita Terkait

Gelar Pesona Budaya Garut 2026 dalam Perspektif Bahasa, Budaya, dan Pembangunan Daerah
Sekjen SPP Bantah Keras Isu Pemukulan Ulama di Cikatomas: “Ini Hoaks, Diduga Ada Upaya Adu Domba”
K-SPSI Garut Kerahkan 10.000 Buruh, Soroti Upah Layak dan Kepastian Kerja
Garut Siapkan Strategi Serius Menuju Porprov Jabar 2026, Robby Darwis Jadi Andalan
DPC GMNI GARUT GELAR AKSI SOLIDARITAS DAN KECAMAN ATAS TEROR TERHADAP AKTIVIS ANDRIE YUNUS
Ferry Nurdiansyah Kritik Keras KDM: “Jangan Hanya Himbauan, Kalau Berani Buat Perda!”
Penandatanganan MOU LKP Bogakabisa dan Ruangrakyatgarut.id, Kolaborasi Perkuat Program PKW Barista 2026
Dari SP-1 ke Meja Hijau: Sengketa Aset Teras Cimanuk Kian Panas, Syam Yousef Gugat Pemkab Garut
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 14:19 WIB

Gelar Pesona Budaya Garut 2026 dalam Perspektif Bahasa, Budaya, dan Pembangunan Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 19:29 WIB

Sekjen SPP Bantah Keras Isu Pemukulan Ulama di Cikatomas: “Ini Hoaks, Diduga Ada Upaya Adu Domba”

Kamis, 23 April 2026 - 00:44 WIB

K-SPSI Garut Kerahkan 10.000 Buruh, Soroti Upah Layak dan Kepastian Kerja

Minggu, 19 April 2026 - 13:08 WIB

Garut Siapkan Strategi Serius Menuju Porprov Jabar 2026, Robby Darwis Jadi Andalan

Rabu, 15 April 2026 - 20:56 WIB

DPC GMNI GARUT GELAR AKSI SOLIDARITAS DAN KECAMAN ATAS TEROR TERHADAP AKTIVIS ANDRIE YUNUS

Berita Terbaru