Solidaritas Sukabakti:Sinergi Pemdes,Babinsa,Bhabinkamtibmas dan BUMDes SKB Mandiri untuk Kemajuan Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Garut,Nusaharianmedia.com – Di tengah derasnya arus modernisasi dan tuntutan pembangunan, Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kebersamaan dan solidaritas dapat menjadi fondasi utama kemajuan desa.

Tidak hanya sekadar jargon, solidaritas yang terjalin di Sukabakti tercermin nyata dalam sinergi antara Pemerintah Desa (Pemdes), Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) SKB Mandiri.

BUMDes SKB Mandiri bukan sekadar lembaga usaha desa yang berjalan sendiri, melainkan motor penggerak ekonomi lokal yang mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.

Direktur BUMDes SKB Mandiri, Feri Feryanto, dalam wawancara khusus, pada saat terima gabah sebanyak 3 Ton kiriman dari darah tak henti-hentinya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah ikut mendorong kemajuan BUMDes.

“Saya benar-benar bersyukur dan bangga. Tidak mungkin BUMDes berdiri kokoh tanpa adanya kerja sama yang erat antara Pemdes, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh masyarakat. Mereka semua memberikan dukungan moral, material, maupun keamanan sehingga kami bisa fokus mengembangkan usaha,” tutur Feri penuh semangat. Jum’at (09/05/2025).

Saat ini, BUMDes SKB Mandiri telah mengelola sejumlah unit usaha berbasis potensi lokal, mulai dari usaha simpan pinjam, penyediaan air bersih, hingga penjajakan pengembangan wisata desa.

Langkah-langkah strategis ini bukan tanpa tujuan: semuanya dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan warga, menciptakan lapangan kerja lokal, dan membuka peluang baru bagi generasi muda Sukabakti.

“Kami tidak ingin BUMDes hanya sekadar formalitas yang ada namanya di atas kertas, tapi tidak memberikan manfaat. Kami ingin setiap program benar-benar menyentuh kehidupan warga, mulai dari memberikan akses permodalan, membantu usaha kecil, hingga mengembangkan potensi wisata yang nantinya bisa mengundang pengunjung dari luar,” tambah Feri dengan penuh optimisme.

Peran Pemdes Sukabakti, yang dinakhodai Kepala Desa Wawan Gunawan, tak kalah penting.

Pemdes berkomitmen mendorong BUMDes menjadi lembaga yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga pelaporan keuangan, Pemdes memastikan bahwa tata kelola BUMDes berjalan sesuai aturan.

“BUMDes adalah ujung tombak pembangunan desa. Kami di Pemdes selalu berusaha menjadi fasilitator sekaligus pengawas agar BUMDes bisa bergerak dengan baik. Tidak boleh ada praktik yang menyimpang atau merugikan warga. Semua harus terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Wawan.

Sementara itu, kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjadi penjaga stabilitas dan ketertiban desa. Babinsa Sukabakti menekankan bahwa keamanan adalah syarat utama agar pembangunan berjalan lancar.

“Kalau suasana aman, pengurus BUMDes dan masyarakat bisa bekerja dengan tenang. Kami selalu siap membantu mengawal dan mendampingi kegiatan yang ada di desa,” katanya.

Bhabinkamtibmas Sukabakti pun sejalan, aktif mendampingi kegiatan-kegiatan BUMDes maupun program desa lain untuk memastikan suasana tetap harmonis. “Kami ingin membangun kedekatan dengan warga. Jangan sampai ada konflik atau masalah yang mengganggu jalannya pembangunan,” ujarnya.

Tak hanya di bidang ekonomi, BUMDes SKB Mandiri juga memiliki peran sosial yang besar. Melalui program pemberdayaan, BUMDes membantu warga kurang mampu, mendukung kegiatan kepemudaan, dan terlibat dalam kegiatan keagamaan di desa.

Semua ini menjadi bagian dari visi besar untuk menjadikan Sukabakti sebagai desa yang bukan hanya maju secara ekonomi, tapi juga kuat secara sosial dan budaya.

Menutup pernyataannya, Feri Feryanto menyampaikan harapan besar agar semangat kebersamaan ini tidak hanya berhenti di hari ini, tetapi terus berlanjut ke depan.

“Inilah kekuatan kita. Kalau kita tetap kompak, saya yakin Sukabakti akan menjadi contoh nyata desa maju dan mandiri secara ekonomi. Mari kita terus bekerja bersama, saling mendukung, dan menguatkan demi kemajuan desa tercinta,” pungkasnya.

Semangat solidaritas yang diperlihatkan di Sukabakti menjadi bukti bahwa pembangunan desa bukan semata-mata soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, solidaritas, dan kerja sama antarelemen masyarakat.

Langkah-langkah positif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Garut maupun di seluruh Indonesia: bahwa ketika semua pihak bersatu, tidak ada tantangan yang tidak bisa dihadapi bersama. (Red)
Baca Juga :  Sekjen RAGAP Kecam Pembuangan Sampah Pemkot Bandung di Lebak Jero : Kami Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

DPPKBPPPA Garut Beri Pendampingan Intensif Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Ustad di Samarang 
Reses Masa Sidang III, Fahadz Fauzi Pastikan Aspirasi Warga Diperjuangkan hingga Terealisasi
* Reses DPRD Jangan Cuma Formalitas, Rakyat Menanti Bukti Kerja” Datang Saat Reses, Hilang Saat Aspirasi Ditagih.
Dinkes Garut Apresiasi 41 Apoteker Baru Lulusan Uniga, Angin Segar bagi Sektor Kesehatan Daerah
Reses Yudha Puja Turnawan Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga: Layanan Publik, Bantuan Korban Kebakaran, dan Advokasi BPJS
Panen Jagung Kuartal II Digelar, Ayi Suryana Apresiasi Kapolres Garut
Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan
DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:39 WIB

DPPKBPPPA Garut Beri Pendampingan Intensif Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Ustad di Samarang 

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:27 WIB

Reses Masa Sidang III, Fahadz Fauzi Pastikan Aspirasi Warga Diperjuangkan hingga Terealisasi

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:25 WIB

* Reses DPRD Jangan Cuma Formalitas, Rakyat Menanti Bukti Kerja” Datang Saat Reses, Hilang Saat Aspirasi Ditagih.

Senin, 18 Mei 2026 - 21:22 WIB

Dinkes Garut Apresiasi 41 Apoteker Baru Lulusan Uniga, Angin Segar bagi Sektor Kesehatan Daerah

Senin, 18 Mei 2026 - 17:49 WIB

Reses Yudha Puja Turnawan Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga: Layanan Publik, Bantuan Korban Kebakaran, dan Advokasi BPJS

Berita Terbaru