Melalui Tagline” Nganjang Bareng Lurah” (Ngabalur), Wijiyono Tinjau Langsung Giat Jum’at Bersih di Setiap RW dari Mulai RW 01 Hingga RW 25

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

Garut,Nusaharianmedia.com – Lurah Sukamentri, Kecamatan Garut Kota,Kabupaten Garut, Jawa Barat, Wijiyono, SE., M.Si., menginisiasi pendekatan baru dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat melalui tagline “Nganjang Bersama Lurah” atau yang lebih dikenal dengan singkatan Ngabalur. Program ini menjadi wadah interaktif antara pimpinan kelurahan dan masyarakat, dengan cara yang sederhana namun penuh makna: duduk bersama, berdialog, dan bergerak nyata di lapangan.

Dalam implementasi awal program Ngabalur, Lurah Wijiyono langsung terjun meninjau kegiatan bersih-bersih lingkungan yang dilakukan serentak di seluruh wilayah Kelurahan Sukamentri, mencakup 25 Rukun Warga (RW). Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang pembuktian semangat gotong royong warga, tetapi juga menjadi titik awal kebersamaan antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka.

“Melalui Ngabalur, kami ingin menciptakan ruang dialog terbuka dan hangat dengan warga. Tidak harus selalu formal di kantor, justru dengan ngobrol santai sambil melihat langsung kondisi di lapangan, kami bisa mengetahui apa yang betul-betul menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat,” ungkap Wijiyono saat ditemui saat meninjau kegiatan di RW 05 saat diwawancarai awak media di wilayah RW 25 Kelurahan Sukamentri. Jum’at, (16/05/2025).

Kegiatan bersih-bersih ini merupakan bagian dari program rutin kebersihan kelurahan yang kini didorong lebih maksimal dengan pelibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, kader PKK, Karang Taruna, hingga Linmas. Kehadiran langsung Lurah Sukamentri dalam kegiatan tersebut menambah semangat warga untuk terlibat aktif.

Beberapa titik lokasi yang ditinjau langsung oleh Lurah Wijiyono di antaranya kawasan pemukiman padat penduduk di RW 03 dan RW 06, area selokan dan bantaran sungai di RW 12 dan RW 14, serta ruang terbuka hijau di RW 20. Selain meninjau, Wijiyono juga tak segan ikut memungut sampah, mengangkat gulma, dan memberikan arahan langsung kepada warga terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan pentingnya memilah sampah sejak dari sumber.

Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, membangun kesadaran warga secara konsisten menjadi hal yang sangat penting.

“Kalau lingkungan kita bersih, sehat, dan tertata, dampaknya akan luas: dari kesehatan warga, estetika lingkungan, hingga peningkatan kualitas hidup. Dan semua itu bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti kegiatan bersih-bersih hari ini,” tambahnya.

Warga pun menyambut baik program Ngabalur. Salah seorang tokoh masyarakat RW 25, Pak Uus, menyebutkan bahwa program ini memberikan warna baru dalam kepemimpinan kelurahan. “Biasanya Lurah itu sulit ditemui, tapi sekarang beliau datang sendiri ke RW kami, ngobrol, bahkan ikut kerja bakti. Ini luar biasa dan membuat kami merasa dihargai,” ujarnya.

Dengan semangat Ngabalur, Lurah Wijiyono berharap Kelurahan Sukamentri dapat menjadi contoh dalam membangun tata kelola pemerintahan yang partisipatif, dekat dengan rakyat, dan responsif terhadap berbagai dinamika sosial yang berkembang. Ia juga berkomitmen menjadikan Ngabalur sebagai agenda rutin bulanan yang menyasar tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga sektor pendidikan, ekonomi, keamanan lingkungan, dan penguatan kelembagaan warga.

Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan. (DIX)
Baca Juga :  Polsek Bayongbong Gelar Jam Rawan Pagi

Berita Terkait

“Ada Apa dengan Dinsos Garut?” Sengketa Lahan Sekolah Rakyat di Samarang Tak Kunjung Tuntas
Ingin Kerja ke Jepang? LPK Bogakabisa Siapkan Beasiswa Kaigo dan Pelatihan Skill Worker, Solusi Karier Internasional bagi Generasi Muda Garut
Komitmen Program KB Berbuah Manis, DPPKBPPPA Garut Ukir Prestasi, Raih Penghargaan di Rakorda Bangga Kencana 2026
Program PTSL 2026 Dikebut, GMNI Garut: Jangan Tutupi Masalah Lama dengan Target 23 Ribu Sertifikat
Ramadan Penuh Berkah, Polres Garut dan Bhayangkari Bagikan Ratusan Takjil Gratis
KNPI Garut Berbagi Takjil di Jalan Ahmad Yani, Gandeng Influencer dan Komunitas Pemuda
Tinjau Garut Plaza, Wakil Bupati Pastikan Kesiapan Bazar Ramadan dan Dorong Penataan PKL
Operasi Pekat Selama Ramadhan, Aparat Gabungan Tertibkan Tempat Hiburan dan Sita Puluhan Botol Miras
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21 WIB

“Ada Apa dengan Dinsos Garut?” Sengketa Lahan Sekolah Rakyat di Samarang Tak Kunjung Tuntas

Senin, 2 Maret 2026 - 20:02 WIB

Ingin Kerja ke Jepang? LPK Bogakabisa Siapkan Beasiswa Kaigo dan Pelatihan Skill Worker, Solusi Karier Internasional bagi Generasi Muda Garut

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:58 WIB

Komitmen Program KB Berbuah Manis, DPPKBPPPA Garut Ukir Prestasi, Raih Penghargaan di Rakorda Bangga Kencana 2026

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:29 WIB

Program PTSL 2026 Dikebut, GMNI Garut: Jangan Tutupi Masalah Lama dengan Target 23 Ribu Sertifikat

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:16 WIB

Ramadan Penuh Berkah, Polres Garut dan Bhayangkari Bagikan Ratusan Takjil Gratis

Berita Terbaru