Radit Julian,Api Kecil dari Garut yang Menyalakan Harapan Sosial Bagi Masyarakat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Garut,Nusaharianmedia.com – Di tengah derasnya arus pragmatisme politik dan kelesuan partisipasi sosial, muncul sosok muda bernama Radit Julian, S.E., yang menghidupkan kembali semangat pengabdian kepada masyarakat lewat aksi-aksi nyata dan gerakan akar rumput.

Lulusan ekonomi dari salah satu kampus ternama di Jawa Barat ini memilih jalan berbeda: bukan mengejar kekuasaan atau ketenaran, melainkan menjadi “api kecil” yang menyala di tengah rakyat kecil melalui GEMA PS (Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial).

GEMA PS bukan organisasi elitis. Ia tumbuh dari keresahan warga desa yang merindukan keadilan sosial, keberdayaan ekonomi, dan hadirnya negara dalam bentuk paling sederhana. Di sinilah Radit menjatuhkan pilihan pengabdiannya: bekerja sunyi, menyentuh langsung, dan membangkitkan kembali nilai-nilai kebangsaan dari bawah.

Aksi Nyata, Bukan Sekadar Retorika
Nama Radit mulai dikenal luas setelah menggagas program “Sekolah Rakyat Mandiri”, sebuah ruang edukatif informal untuk warga desa tertinggal.

Lewat program ini, ia bersama tim mengajarkan literasi dasar, manajemen UMKM, hingga pemahaman nilai-nilai Pancasila secara praktis. Bagi Radit, pendidikan bukan monopoli ruang kelas, melainkan kebutuhan hidup sehari-hari.
Tak hanya di bidang pendidikan, Radit juga dikenal cepat tanggap saat bencana melanda.

Dalam momen-momen kritis seperti banjir bandang atau tanah longsor, ia turun langsung bersama relawan GEMA PS lewat program “GEMA PS Peduli”, membawa logistik, menggalang bantuan, dan memberi penguatan psikologis bagi warga terdampak.

“Pengabdian tidak selalu dalam bentuk proyek besar. Seringkali, yang dibutuhkan rakyat adalah kehadiran, kepedulian, dan keikhlasan,” ujar Radit dalam wawancara khusus, Rabu (18/06/2025).

Menggerakkan Pemuda Lewat Teladan

Radit juga aktif menginisiasi berbagai forum diskusi, pelatihan kepemudaan, dan gerakan kolaboratif antar komunitas di Garut. Ia ingin membangkitkan kembali peran pemuda sebagai agen perubahan yang tidak terjebak pada apatisme.

“Kalau kita hanya diam dan menunggu, perubahan tidak akan pernah datang. Pemuda harus memulai dari desa, dari komunitas, dari apa yang bisa mereka ubah hari ini juga,” tegasnya.

Dengan gaya yang sederhana, santun, dan tidak banyak bicara soal pencitraan, Radit justru mendapatkan tempat di hati masyarakat. Banyak tokoh lokal dan kalangan akademisi mulai menyebutnya sebagai “pemimpin masa depan” yang tidak hanya memiliki kapasitas, tapi juga integritas dan keberpihakan.

Belum Tertarik Politik, Tapi Siap Bila Rakyat Memanggil

Meski namanya mulai disebut-sebut dalam bursa politik lokal, Radit mengaku belum ingin buru-buru terjun ke politik praktis. Ia masih ingin fokus memperkuat basis sosial dan membangun karakter pemuda melalui pendekatan edukatif dan kemanusiaan.

“Saya tidak menutup kemungkinan ke sana, tapi saya ingin benar-benar siap secara mental, jaringan, dan pemahaman. Kalau suatu saat rakyat memanggil, saya siap menjawab,” ujarnya mantap.

GEMA PS: Ideologi Pancasila yang Dihidupkan, Bukan Dihafalkan

Dalam setiap kegiatannya, GEMA PS selalu menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dan operasional gerakan. Bagi Radit, nilai-nilai Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan upacara atau pajangan di dinding, melainkan harus menjadi sikap hidup sehari-hari.

“Pancasila hidup saat kita adil kepada tetangga, berbagi dengan yang miskin, dan menghargai perbedaan,” katanya.

Api Kecil yang Terus Menyala

Radit Julian bukan tokoh besar. Ia mungkin belum masuk berita nasional atau ruang-ruang elite. Tapi dari pelosok-pelosok desa, dari aula dusun, dari rumah-rumah warga yang tak tersentuh pembangunan, ia adalah api kecil yang menghangatkan dan menyalakan harapan.

Dalam dirinya, banyak orang melihat cermin dari pemuda ideal: cerdas, peduli, dan siap bekerja untuk rakyat. Indonesia, yang hari ini dipenuhi kegaduhan dan kesenjangan, membutuhkan lebih banyak sosok seperti Radit Julian mereka yang mengabdi bukan demi sorotan, tapi demi perubahan.
(DIX)
Baca Juga :  Ucapan Selamat Atas Dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Garut Periode 2025-2030

Berita Terkait

Dugaan Penjualan Seragam Rp1,5 Juta di SMP Negeri Jadi Sorotan DPRD Garut
Tak Hanya Publikasi, Bupati Garut Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lewat Rotinsulu Care Live
Temukan Lansia Desil 2 Belum Tersentuh Bansos, Ketua DPRD Garut Aris Munandar dan Yudha Puja Turnawan Minta Dinsos Evaluasi Total Pendataan Kemiskinan
Muda Bergerak, Ketua DPD KNPI Garut Agil Syahrizal Tegaskan KNPI Impact sebagai Wadah Aksi Nyata Pemuda Jadi Ruang Kolaborasi Nyata Pemuda untuk Menjaga Lingkungan
Dorong Semangat Belajar, Ketua Yayasan As-Saefulloh Garut Bagikan Seragam Gratis dan Santunan Duafa
*Kementan dan IFAD Evaluasi Keberhasilan Program UPLAND, Garut Jadi Percontohan Pengembangan Kentang*
*Fenomena 12.000 Pencari Kerja di Garut: Alarm Transformasi Vokasi Daerah*
*Ayi Suryana Temui Abenk Marco, Bahas Duplikasi Gerakan Ketahanan Pangan Mandiri di Garut*
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:38 WIB

Dugaan Penjualan Seragam Rp1,5 Juta di SMP Negeri Jadi Sorotan DPRD Garut

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:24 WIB

Tak Hanya Publikasi, Bupati Garut Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lewat Rotinsulu Care Live

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:48 WIB

Temukan Lansia Desil 2 Belum Tersentuh Bansos, Ketua DPRD Garut Aris Munandar dan Yudha Puja Turnawan Minta Dinsos Evaluasi Total Pendataan Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIB

Muda Bergerak, Ketua DPD KNPI Garut Agil Syahrizal Tegaskan KNPI Impact sebagai Wadah Aksi Nyata Pemuda Jadi Ruang Kolaborasi Nyata Pemuda untuk Menjaga Lingkungan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:05 WIB

Dorong Semangat Belajar, Ketua Yayasan As-Saefulloh Garut Bagikan Seragam Gratis dan Santunan Duafa

Berita Terbaru