RAGAP Desak Evaluasi Pemanfaatan Kawasan yang Berpotensi Merusak Lingkungan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Rakyat Garut Peduli (RAGAP) mengajukan surat resmi kepada Bupati Garut, menyoroti maraknya alih fungsi kawasan yang berisiko merusak lingkungan.

Mereka menekankan dampak negatif dari pembabatan hutan lindung yang berubah menjadi destinasi wisata atau kawasan pemukiman, yang diduga berkontribusi terhadap bencana alam seperti longsor dan banjir di berbagai wilayah.

Sebagai tindak lanjut, RAGAP yang berbasis di Sekretariat Patriot No. 7 berencana menggelar audiensi dengan Bupati Garut. Dalam pertemuan tersebut, mereka akan membahas pengelolaan kawasan yang dinilai tidak sesuai dengan regulasi serta mencari solusi agar pembangunan tetap selaras dengan kelestarian lingkungan.

Meskipun program desa wisata dan pembangunan perumahan membawa dampak ekonomi positif, di beberapa daerah justru menimbulkan permasalahan lingkungan yang serius.

Di sisi lain, RAGAP juga menyoroti pesatnya pertumbuhan objek wisata, hotel, vila, serta aktivitas perusahaan energi seperti Geothermal Star Energy yang berpotensi memperburuk kondisi lingkungan, terutama di kawasan Pasirwangi.

Oleh karena itu, RAGAP mendesak pemerintah daerah untuk lebih tegas dalam menegakkan aturan dan menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap kebijakan pemanfaatan lahan di Kabupaten Garut. (Eldy)

Baca Juga :  Kapolres Garut Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian,Pelepasan Purna Tugas dan Pemberian Penghargaan

Berita Terkait

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang
Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi
Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah
Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut
Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut
Menuju Pertanian Berkelanjutan Nasional, PT Mandraguna Pusaka Indonesia Terima Kunjungan Gus Bendot Dorong Pertanian Organik Ramah Lingkungan
Pemkab Garut Abai! Bangunan Sekolah Lapuk Dibiarkan, Siswa MI Darul Hikmah Bertaruh Nyawa Belajar di Tenda Darurat
Isak Tangis di Depan Sekolah Terkunci: Pemkab Garut Dinilai Abai, Pendidikan YBHM Jadi Korban Sengketa Wakaf
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:44 WIB

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:58 WIB

Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:08 WIB

Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:43 WIB

Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:26 WIB

Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut

Berita Terbaru