Revitalisasi Budaya dan Pemekaran Garut Selatan : Menggali Sejarah untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Januari 2025 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Sejarah dan kebudayaan Garut Selatan (Garsel) menyimpan kekayaan tak ternilai, yang diwariskan dari leluhur seperti Prabu Siliwangi dan Prabu Kian Santang. Dengan garis keturunan Pajajaran yang penuh ajaran budi pekerti luhur dan akhlak mulia, masyarakat Garsel diimbau untuk kembali menghidupkan nilai-nilai warisan leluhur, seperti “silih asah, silih asih, silih asuh,” yang harmonis dengan nilai-nilai agama.

Kebangkitan adat istiadat ini menjadi kunci bagi masyarakat Garsel untuk memperkuat identitas budaya mereka. Selain itu, harapan juga tertuju pada pemerintah, khususnya Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Garut, agar memberi perhatian lebih pada sektor kebudayaan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Di tengah upaya pelestarian budaya, perjuangan masyarakat Garsel untuk mewujudkan Kabupaten Garut Selatan sebagai Daerah Otonomi Baru (CDOB) juga terus bergema. Sejak berdirinya Presidium Pemekaran pada 27 April 2005, aspirasi ini belum pernah surut. Setelah 20 tahun, optimisme kembali mencuat, khususnya di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, untuk merealisasikan pemekaran ini.

Kabupaten Garut Selatan (Gasela) direncanakan mencakup 15 kecamatan dari total 42 kecamatan di Kabupaten Garut, dengan luas wilayah 1.804,67 km² atau 58,88 persen dari total wilayah. Pemekaran ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta mengentaskan ketimpangan sosial ekonomi.

“Pemekaran adalah langkah strategis untuk kemajuan masyarakat Garut Selatan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat. Ia juga menyoroti pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, yang membawa angin segar bagi perjuangan ini. Saat ini, persiapan teknis tengah dilakukan untuk melanjutkan proses ke tingkat DPR, sesuai amanat Undang-Undang No. 23 Tahun 2014.

Melalui revitalisasi budaya dan semangat pemekaran, masyarakat Garsel berharap dapat membangun masa depan yang lebih sejahtera. Semoga Garut Selatan segera menjadi kabupaten mandiri yang maju, adil, dan berdaya saing. (T. Wirama)

Baca Juga :  Asep Rahmat Tekankan Percepatan Pembangunan Sekolah dan Layanan Kesehatan dalam Misrembang RKPD 2026

Berita Terkait

Pemkab dan Kadin Garut Kolaborasi Percepat Legalitas UMKM
DKKG Garut Gelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal
Gelar Pesona Budaya Garut 2026 dalam Perspektif Bahasa, Budaya, dan Pembangunan Daerah
Sekjen SPP Bantah Keras Isu Pemukulan Ulama di Cikatomas: “Ini Hoaks, Diduga Ada Upaya Adu Domba”
K-SPSI Garut Kerahkan 10.000 Buruh, Soroti Upah Layak dan Kepastian Kerja
Momentum Hari Kartini, DPC PDI Perjuangan Gaungkan Penguatan Peran Perempuan Lebih Berdaya
Momentum Hari Kartini, Ketua ARABI Garut Dorong Perempuan Berperan Aktif di Era Modern
Garut Siapkan Strategi Serius Menuju Porprov Jabar 2026, Robby Darwis Jadi Andalan
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:36 WIB

Pemkab dan Kadin Garut Kolaborasi Percepat Legalitas UMKM

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:06 WIB

DKKG Garut Gelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

Senin, 27 April 2026 - 14:19 WIB

Gelar Pesona Budaya Garut 2026 dalam Perspektif Bahasa, Budaya, dan Pembangunan Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 19:29 WIB

Sekjen SPP Bantah Keras Isu Pemukulan Ulama di Cikatomas: “Ini Hoaks, Diduga Ada Upaya Adu Domba”

Kamis, 23 April 2026 - 00:44 WIB

K-SPSI Garut Kerahkan 10.000 Buruh, Soroti Upah Layak dan Kepastian Kerja

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemkab dan Kadin Garut Kolaborasi Percepat Legalitas UMKM

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:36 WIB