Seminar Naskah Akademik PII Garut Dorong Perda Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila, Islam, dan Budaya Sunda

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kabupaten Garut menyelenggarakan Seminar Naskah Akademik bertajuk “Peraturan Daerah Kabupaten Garut: Pendidikan Karakter Berbasis Integrasi Pancasila–Islam–Sunda” pada Kamis, 25 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Gedung R.A. Lasminingrat tersebut diikuti pelajar se-Jawa Barat dengan antusias tinggi.

 

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dan tokoh akademisi, di antaranya Lutfi Fahrul Rizal S.Sy., M.H., Sekretaris Program Studi Hukum Tata Negara UIN Bandung, dr. R. Wisnu Kusumawardana selaku Koordinator Wilayah SNKI Jawa Barat, serta Agung sebagai Ketua PW PII Jawa Barat. Diskusi dipandu oleh Dandi Ryadi, S.H. sebagai moderator seminar.

 

Ketua Umum PD PII Kabupaten Garut, Farell Syauqie Juliansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari ikhtiar PII dalam mencetak pelajar Muslim yang cendekia dan berjiwa pemimpin. Menurutnya, kegiatan ini diarahkan untuk menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara dalam menyongsong Visi Indonesia Emas 2045.

 

“Kegiatan seminar ini juga menjadi rangkaian pembukaan Supercamp Leadership Training yang akan berlangsung selama sepuluh hari. Orientasinya adalah mencetak kader pelajar yang memiliki kepemimpinan, integritas, dan kesadaran kebangsaan,” ujar Farell.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Garut dan Pemkab Bergerak, Utamakan Nasib Siswa di Tengah Sengketa Tanah Yayasan

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan zaman menuntut pelajar untuk tetap idealis namun juga adaptif dan solutif, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai landasan moral dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

Dalam pemaparannya, Lutfi Fahrul Rizal menjelaskan bahwa gagasan penyusunan naskah akademik Perda Pendidikan Karakter merupakan wacana yang dibangun oleh PD PII Kabupaten Garut periode 2025–2027 bersama Yayasan Madinatul Fadhilah Parahyangan. Konsep tersebut mengintegrasikan Pancasila sebagai nilai dasar negara, Islam sebagai fondasi moral, serta budaya Sunda sebagai kearifan lokal yang patut diwariskan, khususnya di Jawa Barat.

 

Menurut Lutfi, naskah akademik menjadi elemen penting dalam pembentukan peraturan daerah karena berfungsi sebagai landasan yuridis, filosofis, sosiologis, dan aksiologis. Selain itu, proses penyusunannya harus transparan dan melibatkan partisipasi masyarakat agar implementasi perda di kemudian hari tidak menimbulkan persoalan.

 

“Perda harus mampu menunjukkan ciri khas daerah dan mengakomodasi kepentingan lokal. Kurikulum daerah satu dengan yang lain boleh berbeda sebagai bagian dari otonomi daerah sebagaimana diatur dalam undang-undang pemerintahan daerah,” jelasnya.

Baca Juga :  Pendidikan Partai dan Konsolidasi PAC, PDI Perjuangan Garut Matangkan Seleksi Ketua PAC

 

Hal senada disampaikan oleh Koordinator Wilayah SNKI Jawa Barat, dr. R. Wisnu Kusumawardana. Ia menegaskan pentingnya perda pendidikan karakter untuk memasukkan wawasan kebudayaan Sunda ke dalam kurikulum pendidikan, sebagai upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

 

Pada sesi penutup, para narasumber juga menyampaikan apresiasi terhadap peran PII. Lutfi Fahrul Rizal mengungkapkan kekagumannya terhadap PII yang menurutnya memiliki hidden curriculum berupa nilai kepemimpinan, jaringan, dan pembentukan karakter yang tidak ditemukan di bangku sekolah formal. Ia menilai pelajar yang mengikuti kegiatan PII merupakan generasi beruntung karena mendapatkan bekal penting untuk masa depan.

 

Sementara itu, dr. R. Wisnu Kusumawardana turut mengapresiasi eksistensi pelajar dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan yang sejalan dengan misi lembaganya.

Sebagai informasi, Pelajar Islam Indonesia (PII) merupakan organisasi pelajar yang berdiri sejak tahun 1947 dan bergerak dalam pembinaan keislaman, keilmuan, serta kepemimpinan pelajar di seluruh Indonesia.

 

Berita Terkait

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru