Warga Desa Sindangsuka Tuntut Komitmen Sosial dan Lapangan Kerja dari PT. Ultimate Noble Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berikut versi narasi berita lengkap dan rapi dari teks yang Anda tulis — sudah disusun dalam format jurnalistik profesional agar bisa langsung digunakan untuk publikasi media:

 

 

Nusaharianmedia.com — Warga Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, menggelar musyawarah terbuka bersama pihak manajemen PT. Ultimate Noble Indonesia (PT. UNI) di Aula Desa Sindangsuka, Kamis (23/10/2025).

Pertemuan ini diinisiasi oleh masyarakat sebagai bentuk aspirasi untuk mendapatkan kejelasan mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka.

 

Forum tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua MUI, Ketua BPD, perwakilan BUMDes, serta ratusan warga yang ingin menyampaikan langsung keluhan dan harapan mereka kepada pihak perusahaan.

 

Masalah Pengangguran dan Rekrutmen Lokal

Dalam sambutannya, Ikhwan, Ketua BUMDes Desa Sindangsuka, menyampaikan keresahan warga yang hingga kini merasa sulit untuk diterima bekerja di pabrik tersebut, padahal lokasi pabrik berada di wilayah mereka sendiri.

 

“Kami tidak ingin ada pengangguran di desa kami, Pak. Justru kami memperjuangkan agar masyarakat Desa Sindangsuka bisa bekerja di lingkungan pabrik yang berdiri di sini,” tegas Ikhwan.

 

Menurut data warga, dari sekitar 2.000 pekerja yang kini dipekerjakan oleh PT. UNI, hanya sebagian kecil yang berasal dari Desa Sindangsuka. Padahal, kebutuhan tenaga kerja perusahaan disebut bisa mencapai 10.000 orang.

 

Baca Juga :  Lahan Warga Dipakai, —BPBD Garut Bungkam Soal Ganti Rugi 

“Yang bekerja dari desa kami sangat minim. Padahal banyak anak-anak muda yang masih menganggur dan berharap bisa bekerja di sana,” ungkap salah satu perwakilan warga.

 

 

Sorotan terhadap Fasilitas Ibadah dan Lingkungan

Selain isu ketenagakerjaan, Ikhwan juga menyoroti belum tersedianya tempat ibadah di dalam kawasan pabrik, padahal seluruh masyarakat Desa Sindangsuka beragama Islam.

 

“Masyarakat kami muslim, Pak. Di dalam pabrik belum ada masjid. Kami menuntut agar ada tempat ibadah yang layak untuk karyawan dan warga sekitar,” tambahnya.

 

 

Sementara itu, perwakilan warga RW 11 Kampung Cibogo menyampaikan keluhan terkait dampak lingkungan dan potensi longsor di sekitar area industri.

 

“Sampai sekarang belum ada langkah dari pihak pabrik untuk mencegah longsor, padahal itu sangat membahayakan warga,” ujarnya.

 

Warga juga mengeluhkan kurangnya komunikasi antara pihak perusahaan dan masyarakat.

 

“Anak saya mengidap asma, dan asap dari pabrik sangat mengganggu. Tapi saya bingung harus menyampaikan ke siapa, karena tidak ada nomor kontak atau perwakilan resmi dari pihak pabrik,” tutur salah seorang warga.

 

 

Enam Tuntutan Utama Warga

Dalam forum musyawarah tersebut, masyarakat Desa Sindangsuka menyampaikan enam tuntutan utama kepada pihak PT. UNI, yakni:

 

1. Dibukanya kerja sama untuk penerimaan karyawan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ada di Desa Sindangsuka.

Baca Juga :  Kapolres Garut Pantau Langsung Situ Bagendit, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan

2. Diberikannya kesempatan kerja bagi lulusan SD dan SMP yang memiliki keterampilan (skill).

3. Pelaksanaan program CSR (Corporate Social Responsibility) yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.

4. Penyediaan tempat ibadah yang layak di lingkungan pabrik.

5. Pembentukan kerja sama ekonomi jangka panjang antara perusahaan dan masyarakat desa.

6. Peningkatan perhatian terhadap dampak lingkungan hidup akibat aktivitas industri.

 

 

 

Harapan Warga untuk Tindak Lanjut Nyata

Warga berharap agar hasil pertemuan tersebut tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, melainkan benar-benar ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan.

 

“Kami ingin pertemuan ini menghasilkan realisasi nyata. Jangan sampai hanya sekadar disampaikan, tapi tidak ada keputusan yang bisa dijalankan,” tegas salah satu warga.

 

 

Masyarakat juga meminta agar perusahaan menyediakan jalur komunikasi yang jelas, seperti nomor hotline atau kontak perwakilan resmi yang bisa dihubungi kapan pun.

 

“Jika ada hal yang perlu ditindaklanjuti, kami siap untuk berkoordinasi kembali,” ujar perwakilan warga di akhir pertemuan.

 

 

Musyawarah ini menjadi wujud nyata komitmen masyarakat Desa Sindangsuka dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan warganya, sekaligus mengupayakan sinergi positif antara dunia industri dan masyarakat lokal.

Warga pun bertekad untuk terus memperjuangkan aspirasi mereka agar pihak PT. UNI membuka ruang dialog yang terbuka serta menghadirkan solusi nyata dalam aspek ketenagakerjaan, sosial, dan keagamaan. (Hilman)

Berita Terkait

Reses Yudha Puja Turnawan Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga: Layanan Publik, Bantuan Korban Kebakaran, dan Advokasi BPJS
Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan
DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa
Bansos Garut Jadi Sorotan: Rumah Nyaris Roboh Tak Dapat Bantuan, Pemilik Mobil Justru Terdaftar Penerima
DKKG Garut Gelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal
Bidang ESDM PB HMI Gaungkan Pentingnya Geothermal untuk Masa Depan Energi Indonesia
Parkir Liar Jadi Sorotan, Dishub Garut Optimalkan Penataan dan Penegakan Aturan Tahun 2026
Paripurna DPRD Jabar, Yusuf Erwinsyah Pertanyakan Sejarah Milangkala Tatar Sunda dan Program Pendidikan Elitis
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:49 WIB

Reses Yudha Puja Turnawan Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga: Layanan Publik, Bantuan Korban Kebakaran, dan Advokasi BPJS

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:44 WIB

Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:32 WIB

DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:06 WIB

DKKG Garut Gelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:41 WIB

Bidang ESDM PB HMI Gaungkan Pentingnya Geothermal untuk Masa Depan Energi Indonesia

Berita Terbaru

Uncategorized

Panen Jagung Kuartal II Digelar, Ayi Suryana Apresiasi Kapolres Garut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:11 WIB

Uncategorized

Pemkab dan Kadin Garut Kolaborasi Percepat Legalitas UMKM

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:36 WIB