HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 30 Maret 2026 – Polemik yang mencuat usai beredarnya video pernyataan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, di media sosial terus menuai perhatian publik. Video tersebut menjadi viral setelah memuat sejumlah pernyataan yang dinilai kontroversial, di antaranya pengakuan bahwa dirinya “bukan penentu kebijakan”, merasa “terbentur posisi dan kewenangan”, hingga menyebut salah satu tugasnya adalah “meminta maaf kepada gubernur”.

 

Beragam respons pun bermunculan dari masyarakat, aktivis, hingga pengamat kebijakan publik. Sejumlah pihak menilai pernyataan tersebut mencerminkan ketidaktepatan dalam memahami posisi strategis Wakil Kepala Daerah, sekaligus berpotensi memunculkan persepsi negatif terhadap soliditas Pemerintah Kabupaten Garut.

 

Menanggapi hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut melalui Ketua Umum Yusup Saepul Hayat menilai polemik ini tidak dapat dipandang sebagai peristiwa tunggal. Ia menyebut, setiap pernyataan pejabat publik merupakan refleksi dari dinamika internal pemerintahan.

 

“Dalam perspektif kausalitas, apa yang disampaikan di ruang publik adalah cerminan dari kondisi yang terjadi di dalam tubuh pemerintahan,” ujar Yusup.

 

Secara kasat mata, HMI Cabang Garut melihat adanya indikasi ketidakselarasan antara Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dan Wakil Bupati Luthfianisa Putri Karlina. Hal ini dinilai tercermin dari pola komunikasi publik yang berjalan masing-masing, sehingga menimbulkan kesan adanya dualisme kepemimpinan di hadapan masyarakat.

Baca Juga :  Sinergisitas Pemerintah Provinsi dan Kabupaten: Wujud Nyata Kepedulian untuk Garut Selatan

 

HMI mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Dualisme kepemimpinan berpotensi melahirkan kebijakan yang tidak solid, tumpang tindih dalam implementasi, serta membingungkan masyarakat sebagai penerima kebijakan. Dampak lebih jauh adalah menurunnya kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

 

Lebih lanjut, HMI menegaskan bahwa Bupati dan Wakil Bupati merupakan satu kesatuan mandat politik yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya dipilih dalam satu paket kepemimpinan untuk menjalankan roda pemerintahan secara sinergis, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya Pasal 65 dan 66.

 

Sebagai respons atas kondisi tersebut, HMI Cabang Garut menyampaikan sejumlah rekomendasi. Di antaranya, perlunya konsolidasi internal antara Bupati dan Wakil Bupati secara intensif dan terstruktur, penyusunan mekanisme komunikasi publik terpadu yang mencerminkan satu suara pemerintahan, serta penegasan pembagian peran dan kewenangan guna menghindari tumpang tindih maupun kesenjangan fungsi.

 

Selain itu, HMI juga mendorong adanya komitmen bersama untuk menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan personal maupun politik jangka pendek.

Baca Juga :  Respon Keluhan Masyarakat Polsek Bungbulang Gelar Penertiban Knalpot Kendaraan R2 yang Tidak Sesuai Spesifikasi

 

Dalam sikap resminya, HMI menekankan pentingnya peran kedua pemimpin daerah tersebut. Kepada Bupati, HMI mengingatkan agar membuka ruang koordinasi yang sehat, terbuka, dan proporsional bagi Wakil Bupati. Kepemimpinan yang kuat, menurut mereka, tidak hanya ditentukan oleh sentralisasi kewenangan, tetapi juga kemampuan membangun kolaborasi.

 

Sementara kepada Wakil Bupati, HMI mendorong adanya kedewasaan politik serta ketegasan dalam menempatkan diri sebagai bagian integral dari pemerintahan, dengan tetap menjaga etika komunikasi publik agar tidak menimbulkan tafsir yang melemahkan institusi.

 

“Kepada keduanya, harmonisasi bukan pilihan, melainkan keharusan. Tanpa itu, kebijakan yang dihasilkan tidak akan terintegrasi dan berpotensi merugikan masyarakat,” tegas Yusup.

 

HMI juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh menjadi korban dari relasi kekuasaan yang tidak solid. Pemerintahan yang tidak harmonis hanya akan menghasilkan kebijakan yang tidak utuh dan berpotensi gagal menjawab persoalan riil di tengah masyarakat.

 

“Harmonisasi kepemimpinan adalah fondasi utama pemerintahan yang stabil, efektif, dan berkeadilan. Ketidakselarasan hanya akan bermuara pada kerugian publik. Karena itu, penyatuan arah menjadi keharusan,” pungkasnya. (Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Tim Nusaharianmedia

Berita Terkait

Semrawut Kabel Kian Meresahkan, Keselamatan Masyarakat Terancam Publik Soroti Pengawasan Provider dan Pemerintah
Keluarga Besar Memo Hermawan Sembelih Dua Ekor Sapi di Iduladha 1447 H, Utamakan Dhuafa dan Janda Kurang Mampu
Momentum Iduladha 1447 H, Perumda Tirta Intan Garut (PDAM) Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Penyaluran Hewan Kurban
Polemik SPT Korwil Pendidikan Memanas, Komisi IV DPRD Garut Panggil Disdik, Desak Bupati Bersikap Tegas dan Tidak Bungkam
Reses di Jayawaras, Yudha Puja Turnawan Tekankan Kolaborasi Atasi Persoalan Sosial dan Dorong Pembentukan Forum CSR/TJSLP untuk Bantu Warga Miskin
Reses DPRD Garut, Muhammad Nur Jamaluddin: Kesejahteraan Guru Honorer hingga Guru Ngaji Jadi Prioritas Perjuangan Aspirasi
Syam Yousef Djojo: Bupati Harus Segera Evaluasi Disdik di Tengah Isu Mahar Korwil
Pemkab Garut Sambut Positif Perluasan Klinik Rotinsulu, Dinilai Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Layanan Kesehatan Garut
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:14 WIB

Semrawut Kabel Kian Meresahkan, Keselamatan Masyarakat Terancam Publik Soroti Pengawasan Provider dan Pemerintah

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:02 WIB

Keluarga Besar Memo Hermawan Sembelih Dua Ekor Sapi di Iduladha 1447 H, Utamakan Dhuafa dan Janda Kurang Mampu

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Momentum Iduladha 1447 H, Perumda Tirta Intan Garut (PDAM) Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Penyaluran Hewan Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:14 WIB

Polemik SPT Korwil Pendidikan Memanas, Komisi IV DPRD Garut Panggil Disdik, Desak Bupati Bersikap Tegas dan Tidak Bungkam

Senin, 25 Mei 2026 - 19:53 WIB

Reses di Jayawaras, Yudha Puja Turnawan Tekankan Kolaborasi Atasi Persoalan Sosial dan Dorong Pembentukan Forum CSR/TJSLP untuk Bantu Warga Miskin

Berita Terbaru