Dari Infak Ramadhan Lahir Ambulans Kemanusiaan: BAZNAS Garut Apresiasi Ketulusan Umat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah telah berlalu, namun semangat dan berkah yang ditanamkan umat Islam Garut selama bulan penuh rahmat itu terus berbunga. Salah satu buah nyata dari kepedulian tersebut kini telah berdiri tegak dalam bentuk sebuah ambulans medis lengkap bukti bahwa infak yang disalurkan dengan tulus dapat menjelma menjadi harapan hidup bagi banyak orang.

Ambulans tersebut merupakan hasil dari program Infak Ramadhan yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut. Program ini tidak hanya menjadi sarana penyaluran sedekah, tetapi juga menjadi jembatan antara kepedulian umat dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan, khususnya dalam bidang kesehatan.

Pada Jumat, 23 Mei 2025, Ketua Baznas Garut, Saepulloh Effendi, mengumumkan secara resmi keberhasilan pengadaan ambulans ini kepada publik. Dalam pernyataan yang disampaikan penuh haru, Saepulloh menyatakan bahwa keberadaan ambulans ini merupakan hasil gotong royong luar biasa dari masyarakat Garut selama Ramadhan.

“Alhamdulillah, berkat dukungan umat Islam yang luar biasa, kami dapat menghadirkan satu unit ambulans medis lengkap. Ini bukan sekadar kendaraan, tetapi wujud nyata dari cinta kasih dan empati masyarakat terhadap sesama,” ujar Saepulloh.

Bukan Ambulans Biasa

Ambulans yang berhasil dihadirkan oleh Baznas Garut ini tidak dirancang secara sembarangan. Di dalamnya, terpasang sejumlah perangkat medis penting, seperti tabung oksigen, tandu, alat bantu pernapasan, serta perlengkapan pertolongan pertama yang memadai. Ambulans ini disiapkan untuk melayani kebutuhan medis darurat, terutama di wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau layanan kesehatan memadai.

Menurut Saepulloh, pengadaan ambulans ini bukan sekadar pencapaian material. “Ambulans ini lahir dari ribuan tangan yang saling membantu, dari infak kecil yang dikumpulkan dengan keikhlasan, hingga akhirnya menjadi sarana besar dalam menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Peluncuran dan Harapan

Baznas Garut berencana untuk meluncurkan ambulans tersebut secara resmi dalam sebuah seremoni yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Pj. Bupati Garut Barnas Adjidin, Ketua Baznas Provinsi Jawa Barat, serta komisioner Baznas Republik Indonesia. Acara peluncuran ini tidak hanya akan menjadi bentuk selebrasi, tetapi juga ajang pertanggungjawaban moral Baznas kepada masyarakat yang telah mempercayakan amanahnya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa setiap rupiah yang diinfakkan benar-benar kami kelola secara transparan dan berdampak. Ini bukan seremoni belaka, tetapi bukti bahwa kami bertanggung jawab kepada publik,” tegas Saepulloh.

Simbol Kolektif Umat

Ambulans medis hasil infak Ramadhan ini tidak hanya menyampaikan pesan kemanusiaan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan kolektif umat Islam. Dalam masa-masa sulit, ketika tantangan ekonomi dan sosial semakin kompleks, semangat berbagi yang ditunjukkan masyarakat Garut menjadi pelita harapan.

“Ambulans ini adalah saksi dari ribuan niat baik. Di dalamnya ada doa, harapan, dan kepedulian yang tak terlihat, tetapi sangat nyata dampaknya. Ini bukan sekadar hasil infak, tapi juga cermin kekuatan ukhuwah islamiyah,” kata Saepulloh dengan penuh rasa bangga.

Ia berharap bahwa semangat kebersamaan yang tercipta selama Ramadhan tidak padam bersama berlalunya bulan suci. Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah adalah instrumen penting dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Komitmen Lanjutan Baznas Garut

Saepulloh juga menyampaikan bahwa Baznas Garut berkomitmen untuk terus melanjutkan peran sebagai lembaga pengelola dana umat yang amanah dan profesional. Selain di bidang kesehatan, Baznas Garut telah merancang berbagai program lain yang akan segera diluncurkan, termasuk bantuan pendidikan, pemberdayaan ekonomi produktif, serta program tanggap bencana.

“Setiap program yang kami jalankan tidak mungkin berjalan tanpa partisipasi aktif masyarakat. Kami butuh sinergi, karena hanya dengan bersama-sama, perubahan bisa terjadi,” jelasnya.

Baznas juga tengah menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga dan komunitas lokal untuk memperluas jangkauan manfaat. Dengan mengusung prinsip transparansi dan akuntabilitas, Baznas ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang diamanahkan benar-benar menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan.

Refleksi dan Ajakan

Di akhir pernyataannya, Saepulloh mengajak seluruh masyarakat Garut untuk terus menanamkan semangat kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa sedekah dan infak bukanlah beban, melainkan investasi spiritual dan sosial yang tak ternilai.

“Jangan biarkan semangat Ramadhan hanya hidup sebulan dalam setahun. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk berbagi, untuk peduli, dan untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di sekitar kita,” pungkasnya.

Ambulans hasil infak Ramadhan ini kini menjadi simbol baru dari kekuatan sedekah yang dikelola secara amanah. Sebuah kendaraan yang bukan hanya membawa pasien, tapi juga harapan. Harapan bahwa Garut akan terus tumbuh sebagai daerah yang tidak hanya religius, tetapi juga responsif, peduli, dan penuh kasih.(Red)
Baca Juga :  Mimbar Cipayung Garut Soroti Arah Pembangunan di Hari Jadi Garut

Berita Terkait

Panen Jagung Kuartal II Digelar, Ayi Suryana Apresiasi Kapolres Garut
Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan
Pemkab dan Kadin Garut Kolaborasi Percepat Legalitas UMKM
Anggota DPRD Jabar H. Aceng Malki Kecam Keras Pelecehan Santriwati di Pesantren Jawa Tengah, Desak Penegakan Hukum Tegas dan Perlindungan Korban
FKDT Garut Buka Suara soal Dugaan Pungli, Biaya di Atas Rp25 Ribu Disebut Hasil Musyawarah Wali Murid
Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat
Gelar Pesona Budaya Garut 2026 dalam Perspektif Bahasa, Budaya, dan Pembangunan Daerah
Sekjen SPP Bantah Keras Isu Pemukulan Ulama di Cikatomas: “Ini Hoaks, Diduga Ada Upaya Adu Domba”
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:11 WIB

Panen Jagung Kuartal II Digelar, Ayi Suryana Apresiasi Kapolres Garut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:44 WIB

Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:36 WIB

Pemkab dan Kadin Garut Kolaborasi Percepat Legalitas UMKM

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Anggota DPRD Jabar H. Aceng Malki Kecam Keras Pelecehan Santriwati di Pesantren Jawa Tengah, Desak Penegakan Hukum Tegas dan Perlindungan Korban

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:59 WIB

FKDT Garut Buka Suara soal Dugaan Pungli, Biaya di Atas Rp25 Ribu Disebut Hasil Musyawarah Wali Murid

Berita Terbaru

Uncategorized

Panen Jagung Kuartal II Digelar, Ayi Suryana Apresiasi Kapolres Garut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:11 WIB

Uncategorized

Pemkab dan Kadin Garut Kolaborasi Percepat Legalitas UMKM

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:36 WIB